BOGOR — Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan.
Selain memperkuat akses dan sarana pendidikan, Disdik Kota Bogor kini juga memberi perhatian pada pola belajar dan interaksi siswa di tengah semakin tingginya penggunaan gawai.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Drs. Herry Karnadi, M.Si., mengatakan terdapat tiga hal utama yang menjadi perhatian Disdik, yakni peningkatan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta mengatasi kekurangan guru.
“Disdik masih terus berupaya untuk memberikan pendidikan yang merata dan berkualitas untuk seluruh peserta didik,” ujar Herry Karnadi.
Salah satu kebijakan yang kini diterapkan adalah pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Kebijakan tersebut bukan untuk mengesampingkan teknologi dalam pendidikan, melainkan sebagai upaya mengantisipasi dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap anak.
Herry menyebut, berdasarkan hasil penelitian yang menjadi pertimbangan, anak-anak generasi Alpha rata-rata menghabiskan waktu sekitar 7,5 hingga 8 jam sehari untuk melihat gawai.
Menurutnya, paparan layar dalam durasi panjang apabila tidak dibatasi berpotensi menurunkan konsentrasi dan mengurangi kepekaan anak terhadap lingkungan serta orang-orang di sekitarnya.
“Teknologi bagai pisau bermata dua. Manfaat dan mudharatnya tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.


.png)
