DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), terus mendorong budaya bersih lingkungan melalui program "Depok ASRI".

Program Depok ASRI ini menekankan pentingnya kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin, baik di lingkungan perkantoran maupun masyarakat.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa program Depok ASRI dilaksanakan dua kali dalam sepekan, setiap Selasa dan Jumat.

"Setiap Selasa, kami mulai dengan 10 menit bersih-bersih internal di lingkungan kantor masing-masing sebelum memulai aktivitas kerja," ujar Reni saat menghadiri Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok di kawasan Grand Depok City (GDC), Jumat (28/08/26).

Pada hari Jumat, kegiatan Depok ASRI diarahkan ke lokasi yang telah ditentukan, meliputi kelurahan binaan dan lokasi operasi bersih (opsih).

"Hari ini kita fokus pada lokasi opsih," tambahnya. Pelaksanaan kegiatan Jumat ini dilakukan secara bergantian di lokasi yang berbeda setiap bulannya.

DLHK Kota Depok secara rutin melakukan evaluasi kebersihan melalui penilaian kelurahan. Penilaian ini mencakup lima kategori: kelurahan terkotor, kotor, cukup bersih, bersih, dan sangat bersih.

Untuk meningkatkan partisipasi, Pemkot Depok tengah menyiapkan bentuk penghargaan dan konsekuensi bagi setiap wilayah guna mendorong peningkatan kebersihan.

"Kami sedang mengupayakan pemberian reward atau punishment untuk kelurahan yang masuk dalam indikator cukup bersih, kotor, dan sangat kotor," ungkap Reni.