JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa dan Sari Yulianti, memberikan perhatian serius terhadap nasib guru honorer.
Bersama Forum Advokasi Guru Non-ASN Sekolah Negeri (FAGRI), mereka membahas persoalan status kepegawaian guru non-ASN alias guru honorer di sekolah negeri yang belum mendapat kejelasan pasca tahun 2026.
Pertemuan membahas nasih guru honorer tersebut digelar di ruang pimpinan DPR, Gedung Nusantara III, Jakarta, pada Rabu (26/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Dasco dengan tegas mendorong pemerintah untuk segera memberikan kepastian penyelesaian status kepegawaian guru non-ASN.
"Kami mendorong agar kepastian status guru non-ASN untuk 2027 segera dirumuskan," ujar politisi Partai Gerindra tersebut melalui unggahannya di akun media sosial Instagram, Kamis (27/8/2026).
Dasco mengungkapkan bahwa terdapat 172.323 guru non-ASN dengan cut-off 2024 yang statusnya perlu segera diperjelas.
Hal ini dikarenakan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Tahun 2026, yang diterbitkan awal tahun ini, hanya berlaku hingga 31 Desember 2026.
Hingga kini, belum ada ketentuan yang mengatur status kepegawaian dan aktivitas mengajar guru non-ASN untuk tahun 2027.
Menghadapi batas waktu yang semakin sempit, Dasco menegaskan komitmen DPR RI untuk mendorong pihak terkait agar menindaklanjuti aspirasi para guru honorer non-ASN, yang dianggap sebagai aset bangsa yang berharga.


.png)
