JAKARTA - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memaparkan visi utamanya untuk menjadikan lembaga moneter tersebut tetap relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik.
Hal ini disampaikan Destry Damayanti dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Destry menekankan bahwa visi tersebut juga mencakup penguatan kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Mempertimbangkan tantangan perekonomian serta mandat yang diemban oleh Bank Indonesia, maka bila kami mendapatkan amanah menjadi Gubernur Bank Indonesia, kami akan jalankan visi yang ditopang dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis," ujar Destry dalam paparannya.
Tiga misi utama yang diusung Destry meliputi: pertama, menjaga stabilitas sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kedua, berkontribusi aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketiga, memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui program "Sinergi Merah Putih". Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Destry memaparkan lima inisiatif strategis.
Inisiatif pertama adalah penguatan bauran kebijakan BI. Bauran kebijakan akan terus diperkuat guna merespons tekanan terhadap sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi, demi menciptakan iklim ekonomi yang kondusif dan mendukung stabilitas harga.
Selanjutnya, inisiatif kedua berfokus pada kebijakan lalu lintas devisa (LDD). Destry menyatakan akan memberikan perhatian serius terhadap LDD sesuai mandat undang-undang.
Menghadapi tantangan sektor eksternal, pihaknya akan melakukan refocusing dan revitalisasi kebijakan LDD, khususnya melalui pengawasan berbasis digital dan suptech.


.png)
