JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya berencana mengembangkan kawasan Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur pada akhir tahun 2026.

Pengembangan kawasan Stasiun Malang ini bertujuan untuk mendukung kemudahan pergerakan masyarakat pengguna layanan kereta api.

Manager Humas KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan stasiun ini akan mencakup penambahan kantong parkir, area pedestrian, serta penyediaan ruang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Stasiun Malang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat," ujar Mahendro di Kota Malang, Selasa (25/8/2026).

Pengembangan kawasan Stasiun Malang didorong oleh peningkatan aktivitas masyarakat pengguna jasa perkeretaapian, terutama pada momen hari libur nasional.

Data dari PT KAI Daop 8 Surabaya menunjukkan rata-rata volume penumpang pada momen tersebut mencapai 7.600 orang per hari, dengan rincian 3.900 orang datang dan 3.700 orang berangkat.

Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata penumpang pada libur akhir pekan atau periode Jumat hingga Minggu yang mencapai 7.500 orang per hari (per Juli 2026), terdiri dari 3.600 orang berangkat dan 3.900 orang datang.

Sementara itu, pada hari kerja (Senin-Kamis) di periode yang sama, tercatat 6.500 penumpang menggunakan layanan kereta api di Stasiun Malang, dengan rincian 3.100 orang datang dan 3.400 orang berangkat.

Mahendro menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan strategi jangka panjang KAI Surabaya untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan masyarakat di masa depan.