JAKARTA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah strategis untuk mengungkit peningkatan produksi tebu nasional demi mencapai swasembada gula.

Upaya ini merupakan tindak lanjut dari target yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Mentan Andi Amran Sulaiman untuk mewujudkan swasembada gula dalam kurun waktu empat tahun.

"Kita dorong agar Lampung bisa berkontribusi bagi swasembada gula. Semua kita dorong," ujar Amran kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Mentan Amran menyampaikan, penempatan Lampung sebagai daerah prioritas didasari oleh tinjauan langsung terhadap potensi pengembangan tebu di wilayah tersebut.

Dalam kunjungannya ke Lampung, Amran melihat langsung kondisi pertanaman tebu dan meminta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas. Diharapkan, peningkatan kontribusi daerah terhadap swasembada gula dapat terus bertambah.

Penguatan produksi tebu di Lampung diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, seperti menekan angka impor gula, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mempercepat terwujudnya swasembada gula.

Hal ini akan dicapai melalui peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan secara berkelanjutan. "Kemarin, kami ke Lampung, kami melihat langsung (produksi) tebu. Mudah-mudahan bisa meningkat, kami minta produksinya ditingkatkan," paparnya.

Untuk mempercepat pengembangan tebu nasional, Mentan mendorong pembukaan areal tebu baru serta peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif. Kunjungan kerja Mentan ke Lampung ini dilakukan di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan target kepada Mentan Amran untuk mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun.