MAUMERE – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menanggung seluruh biaya kebutuhan logistik darurat bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa bumi.

Warga NTT yang menjadi korban gempa diizinkan untuk mengambil kebutuhan pokok, seperti makanan, minuman, tenda, dan selimut, langsung dari kios atau toko terdekat.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menjelaskan bahwa kebijakan ini telah berlaku dan dapat segera dimanfaatkan oleh para korban gempa.

"Rakyat bisa ambil duluan di kios ataupun di toko, ambil sesuai dengan kebutuhannya khusus makan-minum, tenda, selimut, nanti Pemerintah Provinsi yang bayar," ujarnya kepada wartawan di Bandar Udara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (23/8/2026).

Melki menambahkan bahwa kebijakan ini sudah berjalan dan masyarakat bisa langsung mengambil barang kebutuhan mereka.

"Dan sudah mulai jalan sekarang. Sudah mulai bisa dilakukan oleh masyarakat sekarang, mereka ambil dan kemudian kita bayar sesuai dengan aturan yang ada," jelasnya.

Dampak gempa bumi dengan magnitudo 7,7 ini ternyata cukup luas. Dari delapan kabupaten di Pulau Flores, tujuh di antaranya merasakan guncangan gempa, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Saat ini, Pemprov NTT bersama seluruh Pemerintah Kabupaten se-daratan Flores, Pemerintah Pusat, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah fokus pada masa tanggap darurat.

Tiga prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini meliputi pemenuhan ketersediaan makanan dan minuman, penanganan medis bagi korban luka, serta penyediaan tempat bernaung yang layak.