BOGOR - Produk olahan perikanan asal Kabupaten Bogor kini mulai merambah pasar internasional, khususnya Jepang. Produk cephalopoda beku berupa cumi dan sotong yang diproduksi oleh perusahaan pengolahan di Kecamatan Caringin, seluruhnya diekspor ke Negeri Sakura.

Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan.

Tujuannya agar produk lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing kuat untuk menembus pasar ekspor.

Potensi pasar internasional ini menjadi perhatian serius Pemkab Bogor. Penguatan mutu dan keamanan pangan menjadi kunci utama untuk memastikan produk perikanan yang dihasilkan memenuhi standar ketat pasar ekspor.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memberikan pelatihan praktik produksi yang baik, standar sanitasi, dan pengendalian potensi bahaya.

Pelatihan ini mencakup Good Manufacturing Practice (GMP), Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Pelatihan diberikan kepada pelaku usaha di PT Darma Mulia Makmur, Kecamatan Caringin, pada Senin (1/9/2026), oleh Petugas Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Diskanak Kabupaten Bogor.

PT Darma Mulia Makmur, yang berdiri sejak tahun 2022, bergerak di bidang pengolahan cephalopoda beku, khususnya cumi dan sotong.

Produk olahan perikanan mereka dipasarkan ke Jepang untuk memenuhi kebutuhan industri kuliner, termasuk sebagai bahan baku olahan sashimi.