JAKARTA – Nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (26/8) pagi, mencapai level Rp17.695 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah tercatat menguat 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga menunjukkan tren positif terhadap dolar AS.
Yuan China naik 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,24 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,34 persen.
Dolar Singapura menguat 0,02 persen, yen Jepang naik 0,17 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,01 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong sedikit melemah 0,03 persen.
Di sisi lain, mayoritas mata uang utama negara maju justru tercatat melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,08 persen, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen.
Dolar Australia menjadi pengecualian dengan penguatan 0,19 persen. Dolar Kanada terdepresiasi 0,04 persen, sedangkan franc Swiss minus 0,05 persen.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah pagi ini dipengaruhi penurunan harga minyak mentah dunia.
Faktor ini didorong oleh meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah.


.png)
