JAKARTAÂ - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) secara masif memperkuat jalur pelaporan penyelamatan satwa liar, khususnya orangutan, untuk mengantisipasi dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons evakuasi satwa yang terdampak.
Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lain yang menjadi korban karhutla diimbau untuk segera melaporkan melalui layanan call center yang telah disosialisasikan.
Layanan ini merupakan hasil sinergi antara Kemenhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Tengah, serta organisasi konservasi mitra seperti Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI), dan Orangutan Foundation International UK (OFI UK).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan, mereka berharap setiap masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini.
Tujuannya adalah agar setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh tim penyelamat terdekat dari lokasi kejadian, baik dari unsur Balai KSDA maupun mitra organisasi konservasi.
Mekanisme ini dirancang untuk memangkas waktu tanggap darurat ketika satwa membutuhkan pertolongan medis atau evakuasi.
Selain mengoptimalkan saluran pelaporan, frekuensi patroli penyelamatan satwa di areal rawan karhutla juga ditingkatkan. Intensitas patroli yang semula dilakukan secara berkala kini ditingkatkan menjadi setiap hari.
Kegiatan ini berjalan beriringan dengan sosialisasi penanganan satwa liar kepada warga lokal. Penyeragaman langkah ini dianggap krusial mengingat ancaman karhutla bagi kelangsungan hidup satwa tidak hanya berupa kobaran api, tetapi juga paparan asap pekat yang dapat merusak sistem pernapasan.
Masyarakat dapat mengakses layanan call center 24 jam Balai KSDA di wilayah Kalimantan melalui kontak berikut:
* BKSDA Kalimantan Barat: 0811-577-6767
* BKSDA Kalimantan Tengah: 0811-5218-500
* BKSDA Kalimantan Timur: 0821-1333-8181


.png)
