JAKARTA - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa AirNav Indonesia menutup sementara enam bandara operasional.

Keputusan ini diambil berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah meluas ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III (Siaga). Pembaruan informasi aeronautika melalui Notice to Airmen (NOTAM) mencatat penutupan enam bandara ini berlaku hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB.

Enam bandara yang terdampak penutupan adalah:

1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK): Ditutup sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 23.20 WIB.
2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP): Ditutup sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 23.26 WIB.
3. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG): Ditutup sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 23.23 WIB.
4. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO): Ditutup sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 23.31 WIB.
5. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO): Ditutup sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 23.29 WIB.
6. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB): Ditutup sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 23.36 WIB.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menyatakan bahwa penutupan sementara ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan.

"Langkah ini diambil untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik di ruang udara," jelasnya.

AirNav Indonesia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Informasi aeronautika akan diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan aktual dan demi keselamatan penerbangan.