BOGOR - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengusulkan pengembangan jalur lingkar Bogor sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Rencana ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam pertemuan dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Balai Kota Bogor pada Kamis (20/8/2026).

Jalur lingkar Bogor yang diusulkan akan berfungsi sebagai alternatif penghubung wilayah Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor, melengkapi jalur Bogor Line yang saat ini telah beroperasi.

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kepadatan perjalanan kereta pada lintas Manggarai hingga Bogor saat ini sudah sangat tinggi, mencapai interval empat menit antar kereta. Kondisi ini membuat penambahan frekuensi perjalanan menjadi sangat sulit.

"Padatnya jalur Manggarai hingga Bogor saat ini hampir mustahil disisipkan dengan jadwal tambahan, karena jarak antarkereta hanya sekitar empat menit sekali," ujar Bobby.

Rencana pengembangan jalur lingkar Bogor ini mencakup wilayah Kota Bogor, Sentul, Cibinong, hingga Parung dan sekitarnya. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian mendalam.

"Jalur Lingkar Bogor ini sedang kami kaji untuk mengantisipasi naiknya kepadatan penumpang saat ini maupun ke depan," tambahnya.

Pengembangan jaringan transportasi kereta api ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyediakan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan Bogor Raya.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik rencana kajian jalur lingkar Bogor.