JAKARTA – Mayoritas pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) selama ini ternyata berasal dari aktivitas perdagangan (trading) emas, bukan dari hasil pengelolaan tambang emas milik perusahaan sendiri.

Fakta trading emas Antam ini diungkapkan oleh Kepala Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria.

Dony menjelaskan bahwa tambang emas yang benar-benar dimiliki dan dioperasikan oleh Antam memiliki skala yang relatif kecil. Sebagian besar pundi-pundi perusahaan justru didapat dari aktivitas jual-beli emas.

"Bisnis Antam ini kan mayoritas, mungkin teman-teman yang lain kurang tahu, bahwa Antam ini mayoritas revenue-nya datangnya dari trading kan, trading emas," ujar Dony kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Hal ini disampaikan Dony saat membahas arah transformasi sektor pertambangan, energi, dan hilirisasi yang tengah digarap Danantara bersama perusahaan-perusahaan pelat merah di bawahnya.

Dony menekankan bahwa pembenahan tengah dilakukan untuk menyeimbangkan kedua lini bisnis tersebut.

"Nah ini sedang kita rapikan juga, bagaimana kemudian trading emasnya ini semakin membesar, tetapi di sisi pertambangan aneka tambangnya juga meningkat. Jadi ini sedang kita lakukan, karena memang tambang emas mereka sebetulnya tambang emas Antam ini kan kecil sekali ya," jelasnya.

Danantara berupaya melakukan perbaikan bertahap di Antam agar lini bisnis trading emas dan pertambangan aneka logam dapat tumbuh secara seimbang. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi dividen Antam kepada Danantara.

"Ini kita lakukan perbaikan-perbaikan satu persatu. Dan harapannya nanti MIND ID (Mining Industry Indonesia) ini kan memberikan kontribusi dividen yang cukup besar bagi kita. Nah ini juga transformasi sedang terjadi," ungkapnya.