JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 3 September 2026. Nilai tukar rupiah menguat 84 poin ke level Rp17.679 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa penguatan rupiah ini merupakan kelanjutan dari tren positif sebelumnya, di mana rupiah sempat menguat hingga 105 poin.
Posisi penutupan hari ini tercatat lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.763 per dolar AS.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 84 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp17.763," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan menunjukkan volatilitas.
Namun, ia memprediksi rupiah berpeluang kembali ditutup menguat dengan kisaran pergerakan antara Rp17.630 hingga Rp17.680 per dolar AS.
Perhatian pasar juga tertuju pada kepemimpinan baru di Bank Indonesia (BI).
Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 2 September 2026, menjadikannya perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia.
Dalam sidang penetapannya, Destry berkomitmen untuk menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi, sembari mendorong stabilitas dan mendukung pertumbuhan.


.png)
