JAKARTA – Saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 7 persen pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

Hingga pukul 14.30 WIB, saham emiten tambang ini diperdagangkan di level Rp 2.920, melonjak 7,35 persen atau setara 200 poin dari harga pembukaannya.

Lonjakan saham PTBA sudah terlihat sejak sesi pertama perdagangan. Nilai transaksi saham emiten pelat merah ini mencapai Rp 206,61 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 72,11 miliar saham.

Kenaikan tajam saham PTBA didorong oleh sentimen positif terkait potensi revisi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara.

Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan revisi harga patokan DMO batu bara yang belum berubah sejak 2018, yakni sebesar 70 dollar AS per ton.

Angka ini dinilai sangat kontras dengan harga ekspor batu bara jenis Newcastle yang berkisar antara 130-150 dollar AS per ton, menciptakan jurang harga yang lebar.

"PTBA sebagai emiten dengan porsi DMO tertinggi atau sebesar 48 persen penugasan tersalurkan hingga Mei 2026 diproyeksikan menjadi penerima manfaat terbesar jika revisi terealisasi," tulis riset tersebut.

Riset yang sama juga menyoroti bahwa kombinasi revisi DMO dan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dipandang sebagai katalis ganda yang positif bagi sektor batu bara pada tahun 2026.

Wacana revisi DMO ini bahkan disebut sebagai potensi game-changer bagi PTBA, mengingat dominasi penjualan perusahaan kepada PT PLN (Persero).