JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore ini, Jumat, 28 Agustus 2026.

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini terjadi di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data inflasi pekan depan.

Berdasarkan data yang dirilis, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 51 poin ke level Rp17.693 per dolar AS.

Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp17.744 per dolar AS. Dalam perdagangan hari ini, rupiah bahkan sempat mencatatkan penguatan hingga 55 poin.

Pengamat ekonomi dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa salah satu faktor yang memberikan respons positif dari pasar adalah keputusan DPR RI yang menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.

Persetujuan ini dicapai melalui musyawarah mufakat pada Kamis, 27 Agustus 2026, setelah Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

Destry Damayanti sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Ia diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Namun demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa pelaku pasar cenderung masih berhati-hati dalam mengambil posisi. Kewaspadaan ini dipicu oleh penantian data inflasi resmi yang dijadwalkan rilis pada pekan depan.

"Pelaku pasar cenderung menahan diri dari mengambil posisi agresif sebelum melihat angka inflasi resmi yang dijadwalkan rilis pekan depan," ujar Ibrahim.