JAKARTA - Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dalam penyaluran kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga mencapai Rp 2.000 triliun mulai tahun 2027.
Saat ini, alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM baru berkisar Rp 1.500 triliun dari total Rp 9.000 triliun.
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa dorongan untuk menaikkan plafon pembiayaan UMKM ini datang dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam sebuah forum bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Dalam acara dengan OJK bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, kita didorong untuk menaikkan plafon untuk UMKM hingga Rp 2.000 triliun. Ini bukan KUR, tapi untuk ke sektor UMKM," ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Dia menjelaskan bahwa dari total target Rp 2.000 triliun tersebut, porsi untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpotensi ikut naik.
Saat ini, alokasi plafon kredit KUR pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 320 triliun. Dengan rencana kenaikan, porsi KUR dapat mencapai Rp 400 triliun.
"Bisa saja mungkin dari Rp 2.000 triliun itu mungkin yang KUR-nya nanti dinaikkan jadi 400 triliun atau segala macam," jelasnya.
Namun, Maman menekankan bahwa penerapan target baru ini masih memerlukan evaluasi penyaluran kredit UMKM pada tahun berjalan.
Politisi Golkar ini menambahkan, kenaikan plafon kredit ini diharapkan menjadi angin segar bagi UMKM, memperluas akses dan kapasitas pinjaman perbankan agar skala bisnis mereka dapat terus meningkat.
.png)

